Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas resmi terakreditasi A pada 30 November 2019. Hal ini merupakan batu loncatan yang sangat membanggakan mengingat bahwa program studi tersebut terbilang baru jika dibandingkan dengan program studi dari fakultas lainnya yang ada di Unand.  Sebelumnya Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat sudah ada sejak tahun 2000, namun masih menjadi bagian dari Fakultas Kedokteran. Sejak tahun 2012 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat memisahkan diri dari Fakultas Kedokteran dan mendirikan fakultas sendiri, yaitu Fakultas Kesehatan Masyarakat yang terdiri dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi.

Mendapatkan akreditasi A bukanlah hal yang mudah. Ada persyaratan yang harus dipatuhi baik dari segi sarana dan prasarana, dosen dan tenaga kependidikan lainnya, keaktifan mahasiswa, prestasi mahasiswa, outcome yang dihasilkan oleh alumni, dan sebagainya. Ditinjau dari segi dosen pun, telah memberikan layanan bantuan yang sangat memuaskan seperti bimbingan dengan dosen Pembimbing Akademik secara rutin, dan juga bantuan serta dukungan berupa anggaran terkait lomba akademik dan non akademik bagi mahasiswa yang ingin mengikuti lomba tersebut.

Ditinjau dari segi mahasiswa, sudah banyak mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang telah mendapatkan prestasi baik tingkat universitas, kota, maupun nasional. Mahasiswa pun juga aktif melaksanakan kegiatan yang dinaungi oleh BEM KM FKM Unand serta HIMA IKM KM FKM Unand. Kegiatannya seperti melakukan bakti sosial, mengadakan lomba bertemakan kesehatan di tingkat nasional atau yang lebih sering di dengar dengan “FRESH” serta mengadakan penyuluhan-penyuluhan ke SD, SMP, atau SMA yang ada di Padang.

“ Saya senang dan bangga sekali dengan prestasi dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat karena telah berhasil mendapatkan akreditasi A. Diharapkan setelah ini memberi peluang yang lebih besar dalam segi persaingan di dunia kerja kelak nantinya.”  ucap Anisa Azinar selaku salah satu mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas. Semoga kedepannya, Program Studi Ilmu Gizi segera mendapatkan akreditasi A untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat yang lebih baik.

 

 

Nurul Hafizah

Wartawan UKPM Pena


KULIAH UMUM DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ANDALAS

Pada tanggal 14 November 2019 dilaksanakan Kuliah Umum Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat di Aula Rumah Sakit Universitas Andalas. Acara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Setelah kata sambutan dari Dekan FKM Unand, Defriman Djafri, SKM, MKM, Ph. D acara dibuka secara resmi oleh Direktur Rumah Sakit Unand yang diwakili oleh Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan yaitu Dr. Arina Widya Murni, Sp – PD, KPsi. Rangkaian acara terdiri dari pemaparan materi seputar tata kelola dan pelayanan Rumah Sakit, dilanjutkan dengan observasi lapangan.

Kuliah umum ini diikuti oleh 90 orang mahasiswa FKM Unand yang terdiri dari peminatan Admisitrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3KL), Epidemiologi dan Biostatistik, Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Gizi Kesehatan Masyarakat. Terdapat tiga materi yang dipaparkan oleh 4 orang narasumber yaitu Pelayanan Rumah Sakit, Klaim BPJS dan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit. Masing – masing materi disampaikan oleh pemegang program.

Setelah pemaparan ketiga materi tersebut, mahasiswa bersama dosen pendamping dan staf rumah sakit melakukan observasi di lingkungan rumah sakit sesuai dengan peminatan masing – masing. Observasi dilakukan di Bagian Rekam Medik dan Klinik Obgyn, Instalasi Gizi dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Di akhir kegiatan mahasiswa dikumpulkan kembali di Aula untuk menyampaikan hasil observasi mereka. Mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan menyatakan observasi lapangan merupakan hal yang sangat menarik dan bermanfaat bagi mereka.


Padang – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM UNAND) menyelenggarakan pelatihan I-Learning pada tangal 25 Oktober 2019. Peserta pelatihan ini adalah seluruh dosen yang ada di FKM UNAND, dengan pematerinya adalah Bapak Handoko, S.S, M.Hum dari Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) UNAND divisi multimedia. Rangkaian kegiatan pelatihan dimulai dari pukul 09.00 dan beakhir pada pukul 12.00 WIB.

Acara pelatihan berlangsung semiformal, yang dipandu oleh Kaprodi S1 IKM dan dibuka oleh Wadkil Dekan 1 FKM UNAND. Kegiatan pelatihan kemudian dimulai dengan penyampaian materi pengantar tentang pentingnya kemampuan penyelenggaraan I-learning bagi setiap dosen. Selain mempermudah sistematika penilaian, penggunaan I-Learning ini dalam proses pembelajaran juga menghemat waktu, menghemat penggunaan kertas dan sumber daya lainnya, meminimalisir tenaga, meningkatkan efisiensi, dan sebagainya.

Selanjutnya, kegiatan pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi tutorial dan praktek. Adapun materi dan kompetensi yang diberikan dalam pelatihan antara lain :

  1. Pengantar I-learning, Sistem online learning dan Blended learning.
  2. Cara login akun I-learning.
  3. Cara membuat online course.
  4. Cara mengupload file materi/tugas/ujian pada course di sistem I-learning.
  5. Cara membuat forum pada course di sistem I-learning.
  6. Cara membuat soal & penilaian di sistem I-learning.
  7. Cara membuat quiz

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang bersama. Acara ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para dosen sebaik-baiknya sebagai momen peningkatan kualitas pembelajaran dan perkuliahan, dimana kedepannya diharapkan semua dosen dapat menerapkan sistem pembelajaran Blended Learning atau gabungan proses tatap muka dan daring/online.


Semarak FRESH 12 Nasional sebagai Ajang Peringatan Hari Kesehatan Nasional

 

Friendly Event to Share Our Health (FRESH) 12 Nasional merupakan ajang perlombaan bagi mahasiswa kesehatan seluruh Indonesia yang diangkatkan sebagai peringatan Hari Kesehatan Nasional. Acara tahunan yang diangkat oleh BEM KM FKM Unand kembali mengulang kesuksesan terselenggaranya acara tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. FRESH 12 Nasional diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Andalas, Universitas Sumatra Utara, Universitas Brawijaya, Universitas Sriwijaya, Universitas Hangtuah Pekanbaru, Universitas Ahmad Dahlan dan banyak lainnya.

Diadakan pada tanggal 1-10 November 2019, FRESH 12 Nasional memiliki 3 kategori lomba yaitu Brain (Debat dan Speech Contest), Behaviour (Poster, Photography, Solo Song, dan Cover Lagu), dan Body (Futsal dan Basket). Tema yang diangkatkan pada tahun ini ialah “Tingkatkan Sanitasi, Perbaiki Status Gizi Menuju Generasi Hebat Berkualitas”. Pembukaan acara dilaksanakan di GOR HBT dan Closing Ceremony di Palanta Kota Padang. Mahasiswa FKM Unand turut berpartisipasi pada acara ini dan berhasil  memenangkan beberapa cabang perlombaan seperti Lomba Debat (Juara 1 dan 2), Solo Song (Juara 1), dan Pertandingan Futsal (Juara 3). Torehan prestasi ini diharapkan akan selalu meningkat pada tahun selanjutnya.

 

___________________________

Dinda Aulia Rinefi Putri

UKPM Pena BEM KM FKM Unand


Kunjungan Studi Banding Pendirian Prodi Gizi FKM Universitas Teuku Umar (UTU) ke FKM Unand

Pada hari senin tanggal 21 Oktober 2019, FKM Unand kedatangan tamu dari FKM Universitas Teuku Umar (UTU). Kunjungan ini dimaksudkan untuk studi banding pendirian Program Studi / Prodi Gizi di FKM UTU. Rombongan disambut oleh Dekan FKM Unand di Ruang sidang FKM lt.2 Unand Limau manis. Dalam Acara tersebut Hadir pula Wadek 1 bidang akademik, Ketua Prodi Gizi, Sekretaris Prodi Gizi, Ketua Bapem, Kabag TU, Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan serta Dosen Gizi FKM Unand.

Ketua Prodi Gizi dalam penyampaiannya menuturkan ucapan terima kasih dan penghargaan karena telah diberikan kepercayaan oleh FKM UTU sebagai tempat sharing terkait pendirian Prodi Gizi mengingat usia yang juga masih muda untuk Prodi Gizi FKM sendiri.

Bapak Khairunnas, SKM, M.Kes yang mewakili FKM UTU yang juga merupakan ketua panitia pendirian Program Studi menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diterima dengan baik dan berharap agar mendapat banyak input terkait bahan apa saja yang harus dipersiapkan dalam pendirian Prodi Gizi.

Diskusi berlangsung hingga siang membahas terkait penamaan program studi berdasarkan nomenklatur terbaru, bidang disiplin, Penciri prodi, kebutuhan tenaga pengajar, kelengkapan sarana dan prasarana penunjang dan juga kurikulum yang diterapkan di FKM Unand. Panitia pendirian Prodi Gizi juga mendapatkan masukkan terkait mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan apa saja yang menjadi kompetensi Gizi berdasarkan KKNI dan kurikulum Aipgi yang sudah digunakan di Prodi Gizi FKM Unand.

Sebelum ke FKM Limau Manis, Panitia Pendirian Prodi Gizi FKM UTU rupanya telah melakukan kunjungan ke laboratorium kuliner Prodi Gizi di FKM kampus Jati yang didampingi oleh Ibu hafifatul Auliya Rahmy, SKM, MKM untuk melihat proses belajar mengajar di laboratorium.

Studi banding ini diakhiri penyampaian persyaratan apa saja yang harus dipenuhi sesuai kriteria Aipgi oleh ketua Bapem FKM dan juga merupakan ketua Aipgi Sumbar  Dr. Denas Symond, MCN.


PEMBEKALAN KEPANITERAAN GIZI MASYARAKAT PRODI S1 GIZI FKM UNAND DENGAN NARASUMBER KEPALA DINAS PASAMAN DAN PASAMAN BARAT

di FKM JATI, 24 OKTOBER 2019 

 

Akhir bulan Oktober 2019, Program Studi Gizi FKM Unand melakukan pembekalan terhadap mahasiswa prodi S1 Gizi FKM Unand dengan menghadirkan kepala dinas dari lokasi Kepaniteraan yang merupakan perwakilan dari dua kabupaten lokus stunting di Sumatera barat yakni Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, hadir pula Wakil dekan bidang akademik, dan dosen Prodi Gizi FKM Unand. Pada kesempatan ini, acara dibuka oleh Koordinator Kepaniteraan Gizi masyarakat Dr. Denas Symond, MCN. Dari Kabupaten Pasaman diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Arnida beserta staf seksi gizi kesga Pak Dodi dan dari Kabupaten Pasaman diwakili kepala Dinas Kesehatan bapak Haryunidra, SKM.

Dalam penyampaiannya, Kadis Kesehatan Kabupaten Pasaman memaparkan data-data demografi Pasaman dan juga permasalahan yang sedang dilakukan upaya penanggulangan terutama masalah stunting baik program spesifik maupun sensitif.

Harapan dari kadis, aktivitas mahasiswa dilapang nanti dapat membantu proram-program yang telah berjalan di lokasi kepaniteraan antara lain pengembangan PMT lokal dengan potensi yang ada dan juga cakupan TTD dan vitamin A juga pendataan by name by adress danagar lebih baik lagi. Pak Dodi juga menambahkan harapan nanti agar mahasiswa dapat membantu validasi data balita stunting dan konsultasi terhadap orang tua balita stunting tersebut.

Sesi kedua pembekalan kepaniteraan disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten pasaman Barat bapak Haryunidra, SKM. Dalam penyampaiannya, Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat menuturkan, Angka prevalensi stunting di pasaman barat sudah turun sebenarnya dengan dilakukannya program-program sensitif dan spesifik akan tetapi angka penurunannya masih tinggi diatas prevalensi nasional. Komitmen Pasaman barat dalam penanganan penurunan angka stunting sangat tinggi terbukti dengan perhatian almarhum Bupati Bapak Sahiran yang sangat besar terhadap masalah ini dengan segera membuat perda penanganan stunting di Pasaman Barat.

Harapan kadis terhadap mahasiswa, mahasiswa nanti dapat menjelaskan bagaimana hubungan kebersihan lingkungan dengan adanya jamban yang bersih yang sesuai persyaratan pengaruhnya terhadap kesehatan dan gizi masyarakat.

Masing-masing sesi diakhiri dengan tanya jawab oleh mahasiswa terkait hal teknis apa saja yang akan dilakukan dan program-program apa saja yang butuh dukungan dari mahasiswa.

(firdaus)

 


Pelatihan Emo-Demo di Pasaman Barat

Sabtu- Minggu (12-13/10) tampak sesuatu yang berbeda di hotel Guchi Pasaman Barat, Sumatera Barat 3 jam dari kota padang. Sejumlah 34 peserta yang terdiri dari perwakilan kader posyandu, Kelompok Pembedayaan Manusia Nagari, Dinas Kesehatan dan Dosen dari Prodi Gizi FKM Universitas Andalas mengikuti pelatihan metode komunikasi perubahan perilaku Emo Demo yang wal dari kepedulian dan memperluas inovasi dalam aya perbakan gizi.

nce or Improved Nutrition (GAIN) salah satu NGO yang berdilatihkan oleh The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) salah satu NGO yang berkerjasama dengan Kementerian Kesehatan dalam upaya upaya perbaikan gizi.

Berawal dari kepedulian dan memperluas inovasi pegabdian masyarakat Universitas Andalas khususnya Fakultas Kesehatan Masyarakat berinisiatif mengkolaborasikan Emo Demo sebagai bagian dari metode intervensinya di Pasaman Barat.  Sebagaimana diketahui wilayah ini telah menjadi wilayah dampingan dari Unand sejak 2017 bekerjasama dengan kementerian kesehatan.

“Kita yang disini akan menjadi corong mewakili kader lainya, dimana kita berlatih metode yang menarik tidak membosankan dan kita akan coba melihat apakah ini akan sesuai dengan konteks yang ada di Minang, mungkin perlu perbaiki dan modifikasi. Untuk itu kita ada Promkes, DP3KB, Kantor Pemberdayaan hadir untuk mendukung kegiatan kita. Keberadaan GAIN disini menjadi kesempatan kita belajar Emo Demo langsung dari ahlinya,” sambutan dr Denas Symond MCN Direktur Pusat Studi Kesehatan Global Unand.

yang tertinggi angka stunting meskipun bukan merupakan wabah, sebenarnya sudah lama tetapi saat ini menjadi perhatian. Penting menyiapkan generasi mulai sejak ibu hamil sampai anak-anak sebab intervensi terbaik adalah sejak masa anak anak meskipun kita menginginkan semua bisa dilakukan tetapi sekali lagi anggaran menjadi batasan”, kata Suhandi Lubis Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pasaman Barat.

Penanganan stunting adalah pekerjaan bukan satu leading sektor. Hal ini selaras yang dihimbaukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat bapak Etris Dsem SSTP. MSi, “Alhamdulillah urgensi stunting membuka mata semua pihak bukan hanya Dinas kesehatan. Salah yang kita lakukan adalah membentuk Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) yang dimana sesuai dengan Perbup No 55 th 2019 dan Permendes No 19 tahun 2019 salah satu yang bisa dilakukan adalah mereka bisa membantu merencanakan kegiatan usulan di Musrembang november ini dimana salah satu rencana adalah hasil pelatihan hingga tahun 2020 akan bisa ditindaklanjuti. Forum-forum kesehatan ini akan sangat penting karena belum ada komunikasi di Musrembang yang sering terjadi masih terbatas hanya seputar pemerintahan dan fisik saja. KPM harus tahu posyandu dan kegiatannya serta memiliki pemetaan terkait itu agar bisa mendukung kegiatan positif seperti ini”.

Emo Demo adalah kegiatan untuk merubah perilaku masyarakat terkait ASI Esklusif, Camilan Sembarangan dan PMBA, Makanan Sumber Zat Besi untuk ibu hamil dan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan cara yang inovatif, menarik dan menyenangkan,” sebagaimana dijelaskan oleh trainer GAIN.

Bagian dari ketrampilan komunikasi Perubahan Perilaku dengan Demontrasi dan mengugah emosi terdiri 12 modul, 3 Trainner GAIN Rina, Pipitdan Wiwik mendemontrasikan  sekaligus tips dan Triknya. Pelatihan ini sangat berbeda karena tampak berbagai macam peralatan yang digunakan dalam setiap modulnya seperti paket benda benda kecil terdiri dari kelereng, bola tenis, bola pingpong, bola bekel, keluwek, manik manik, minyak dan susu cair dalam modul ASI Saja Cukup yang mengandung pesan bahwa perut anak itu kecil jadi asi saja cukup karena semakin sering dihisap produksi asi semakin banyak. Terlihat pula bola bola warna warni, ember, peralatan bayi, piring makan, poster jadwal makan, balok warna warni, dadu merah hijau, rafia, dan senter UV.

Salah satu kader mengungkapkan “pelatihan ini menyenangkan karena enjoy, mudah dipahami dan berbeda dengan biasanya yang saya ikuti. Selain tambah ilmu dan teman saya menjadi tambah pengalaman bagaimana caranya menyampaikan kepada ibu hamil dan Balita. Semoga saya juga bisa menyampaikan kembali kepada teman teman saya di nagari. Saya diajak bernyanyi, bermain, lomba bahkan sampai, nangis nangis saat demontrasi dan kita semua diajak bermain bukan hanya duduk”.

Selesai melihat para trainer mendemontrasikan 12 modul peserta dibagi menjadi 3 kelas kecil untuk micro teaching modul. Luar biasa antusias dan semangat para peserta dalam menyampaikan setiap modulnya diakhiri dengan mendapatkan feedback sesama peserta dan trainer untuk penguatan. Pada akhir hari kedua di kawal oleh tim Unand menindaklanjuti bahwa pasca pelatihan mereka akan menyebarkan ilmu mereka  dan merencanakan kegiatan dengan usulan ke Musrembang terkait pelaksanaanya di masyarakat. Keberhasilan penurunan Stunting memang butuh kerjasama semua pihak bukan hanya satu cara, Emo Demo salah satu cara dan keberhasilannya perlu dikuatkan dengan strategi strategi lainnya yang saling mendukung.

Ditulis oleh Wiwik Sulistyorini-TC


AIPHC 2019: Konferensi Internasional Dari FKM Unand

 

 

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas (Unand) kembali sukses mengadakan Andalas International Public Health Conference (AIPHC) 2019 di Pangeran Beach Hotel, Padang. Acara ini diadakan selama 3 hari, tepatnya dari hari Rabu, 9 Oktober 2019 hingga Jumat, 11 Oktober 2019 di Sati Ballroom.

AIPHC merupakan konferensi tahunan yang diadakan oleh FKM Unand dan AIPHC tahun ini merupakan tingkat Internasional kedua setelah yang hdiadakan pada tahun 2017 sebelumnya. AIPHC memfasilitasi pembicaraan dan gerakan inovasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui diskusi, presentasi penelitian, seminar, publikasi, dan lainnya. Tujuan dari diadakannya AIPHC tahun ini adalah untuk memperkuat promosi kesehatan dan upaya pencegahan penyakit untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan SDGs. Karena itulah tema yang diusung AIPHC kali ini adalah “Advancing Health Promotion & Disease Prevention to Improve The Quality of Life for Achieving SDGs“. Tema utama ini kemudian dibahas dalam tiga diskusi panel oleh ahli kesehatan masyarakat bereputasi internasional dengan Sub-Tema (1) Elaboration of Health-Literacy Issues In Various Countries (Elaborasi Permasalahan Literasi-Kesehatan di Berbagai Negara), (2) Innovation In The Disease Preventive Intervention and Health Resources (Inovasi dalam Intervensi Pencegahan Penyakit dan Sumber Daya Kesehatan), dan (3) Elaboration of Food and Nutrition Issues for People In Various Countries (Elaborasi Masalah Pangan dan Gizi untuk Masyarakat di Berbagai Negara).

 

 

Rangkaian acara ini dimulai dengan pre-conference workshop pada hari pertama dengan judul Systematic Review and Meta-Analysis oleh Defriman Djafri, S.K.M., M.K.M., Ph.D.

Puncak acara yaitu pada hari selanjutnya dengan kegiatan conference dari beberapa pembicara yang sudah diundang. Hari kedua acara diawali dengan pembukaan formal berupa pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’, dan penampilan Tari Pasambahan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Denas Symond, MCN selaku Ketua Pelaksana AIPHC 2019, Defriman Djafri, S.K.M., M.K.M., Ph.D selaku Dekan FKM Unand, serta dari Prof. Dr. Dachriyanus, Apt. selaku Wakil Rektor I Unand sekaligus meresmikan dibukanya AIPHC 2019.

Konferensi kali ini turut menghadirkan beberapa pembicara dari dalam dan luar negri yaitu Ravi K. Menon, MBA dari Global Alliance of Improved Nutrition (GAIN), Prof. Dr. Ir. H. Hardiansyah, M.S. dari Pergizi Pangan Indonesia, Assoc. Prof. Aniza Ismail, MD, M.Comm.Health, Ph.D., Prof Chien-Yeh Hsu dari Nationa Taipei University of Nursing Science, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada, serta Defriman Djafri, S.K.M., M.K.M., Ph.D dan Dr. Denas Symond, MCN dari FKM Unand. Sayangnya pembicara lainnya seperti Prof. Umesh Kapil dari Institute of Liver & Billiary Sciences India dan Dr. Jane Taylor dari University of The Sunshine Coast Australia tidak dapat hadir. AIPHC 2019 juga mempresentasikan hasil penelitian bidang kesehatan masyarakat secara oral maupun poster dengan 10 Sub-Tema yang sudah diumumkan sebelumnya.

Acara pada hari kedua diakhiri dengan Gala Dinner di Ballroom Sati Pangeran Beach Hotel. Gala Dinner ini turut dimeriahkan oleh berbagai penampilan yang disuguhkan oleh mahasiswa dari FKM Unand, seperti penampilan akustik dan Randai Kreasi oleh Klub Seni FKM Unand.

Hari terakhir diadakannya AIPHC 2019 kembali melanjutkan diskusi panel serta oral presentation dari hari sebelumnya. Ada pula workshop dari Global Alliance of Improved Nutrition (GAIN) yang diadakan di Ruang Batuah. Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Presentasi Terbaik, 4 Sesi dengan Presentasi Terbaik, serta Poster Terbaik. Setelah itu, penyampaian ucapan terima kasih dan penutup dari Ketua Pelaksana AIPHC 2019, Dr. Denas Symond, MCN, yang dilanjutkan penampilan Tari Rantak resmi menutup rangkaian acara AIPHC 2019.

(Annisa Nurul Izza)

UKPM Pena BEM KM FKM Unand

___________________________________

Generasi Cakrawala


Background

Andalas International Public Health Conference (AIPHC)  is an annual conference organized by Faculty of Public Health, Andalas University,  Padang, Indonesia. The previous AIPHC in 2017 has succeed in gathering hundreds of participants consist of international researchers, lecturers, students, governments officers, practitioners, public and private committee, volunteers, etc. Following the success, the Andalas International Public Health Conference (AIPHC) will be organized again this year on October 9-11th, 2019, located in Pangeran Beach Hotel,  Padang, Indonesia. In this opportunity, AIPHC would like to facilitate the talk and the move of innovation to improve the quality of people life through discussion, research presentation, seminars, publication, etc.

Rationale

The efforts to overcome the health problems have been included in the agenda of the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). The second goal relates to food and nutrition security, while the third goal relates to healthy and prosperous life for all ages. Health promotion efforts are also important element in the health system and proven to be efficient in responding to various existing health problems. As an efforts, development on methods and media for health promotion is needed, especially by utilizing the latest technology. These development efforts still need the competence of health workers as the key element in health promotion efforts.

Objective

The objective of the conference is strengthening health promotion and disease prevention efforts to improve the life quality and public health in order to achieve SDG’s goals.

Theme

The theme of the conference is “Advancing Health Promotion and Disease Prevention to Improve The Quality of Life For Achieving SDG’s”.

Sub-themes

Panel discussion will talk about various issues:

  • Elaboration of health – literacy issues in various countries
  • Innovation in the disease preventive intervention and Health Resources
  • Elaboration of food and nutrition Issues for people in various countries

Speakers

  • Prof. Xianyan Tang
    (Guangxi Medical University, China)
  • Prof. Umes Kapil
    (Institute of Liver & Biliary Sciences, India)
  • Ravi K Menon, MBA
    (Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN))
  • Dr. Jane Taylor
    (University of The Sunshine Coast, Australia)
  • Prof Chien-Yeh HSu
    (National Taipei University of Nursing Sciences, Taiwan)
  • Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS
    (Bogor Agriculural University, Indonesia)
  • dr. Lutfan Lazuardi, Ph.D
    (Gadjah Mada University, Indonesia)
  • Defriman Djafri, SKM., MKM., Ph.D
    (Andalas University, Indonesia)
  • Dr. Denas Symond, M.CN
    (Andalas University, Indonesia)
1 2 3 22