Padang 31/07/2021– Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM UNAND) bersama Rektor dan Wakil Rektor III Universitas Andalas, pagi ini melepas secara resmi mahasiswa FKM UNAND berprestasi atas nama Honey Yahdillah, yang akan akan mengikuti “Global Undergraduate Exchange Program”. Selama satu semester, Honey akan berkesempatan belajar di Universitas Alabama, Amerika Serikat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Fulbright Scholarship Program, beasiswa unggulan pemerintah Amerika Serikat. Adapun di Indonesia, program ini dikelola oleh AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation) berkerja sama dengan Kemenristekdikti.

Mulanya, Honey tertarik mengikuti kegiatan ini karena memiliki ketertarikan pada  bahasa inggris dan serba-serbi exchange. Sejak kecil ia sudah menggemari bahasa inggris dan berusaha mempelajrainya dengan mengikuti berbagai les dan belajar sendiri dari berbagai sumber. Kesukaannya pada bahasa inggris juga diturunkan dari ibunya yang dulunya merupakan lulusan jurusan sastra inggris. Selanjutnya, keinginannya makin kuat setelah pada suatu kesempatan ia mengikuti sosialisasi program tersebut di kampus.

Perjalanannya mempersiapkan diri untuk mengikuti seleski juga melalui berbagai rintangan yang butuh perjuangan keras untuk dapat dilalui. Ia mulai melengkapi satu demi satu dokumen dan berkas sejak awal 2019 lalu. Namun terkendala oleh pandemi, serta tingginya biaya-biaya yang harus harus dikeluarkan demi kelengkapan dokumen tersebut. Untuk hal itu, akhirnya ia dibantu oleh civitas FKM UNAND, Ikatan Alumni FKM UNAND, serta ikatan alumni SMA nya.

Selain itu, menurut Honey yang juga menjadi kendala terbesarnya adalah saat ia diharuskan orientasi online, sedangkan laptop yang ia miliki sudah rusak parah dan saat itu terkendala biaya untuk perbaikan ataupun membeli yang baru. Di samping itu, ia juga merasa punya wawasan yang sangat minim tentang kebudayaan minang, sehingga ia diharuskan mengejar untuk belajar kebudayaan ini menjelang berangkat, seperti tari ataupun alat musik minang, karena dirinyalah satu-satunya yang berangkat membawa nama sumatera barat. Namun akhirnya semua kendala itu dapat ia atasi. Hingga akhirnya ia terpilih sebagai salah satu finalist yang lulus.

Tekad yang kuat, kerja keras  dan semangat juang yang tinggi menjadi modal utama yang dimiliki Honey untuk memperoleh keberhasilan ini. Kesempatan langka yang didapatkannya juga tidak lepas dari dukungan penuh jajaran pimpinan dan para dosen di lingkungan Jurusan, Fakultas dan Universitas Andalas. Menurutnya, ia selalu berkonsultasi dengan para dosen untuk setiap tahapan dan kendala yang ia alami. Ia juga selalu melakukan semua upaya yang disarankan jajaran pimpinan kampus demi kelancaran progres yang ia lalui.

Adapun Honey akan berangkat ke Amerika dalam minggu pertama agustus 2021 ini. Ia adalah 1 dari 5 finalist asal Indonesia yang lulus rangkaian seleksi program Global Undergraduate Exchange Program yang akan diterbangkan ke negara tujuan masing-masing.


Komisi Etik Penelitian FKM Unand bekerjasama dengan KEPPIN (Komite Etik Penelitian dan Pelayanan Indonesia)  melaksanakan  pelatihan secara Daring / Online mengenai ETIK DASAR DAN LANJUT (EDL). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 April 2021 pada pukul 08.00 -16.00 WIB dengan Narasumber dari tim KEPPIN.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Sambutan dari KEPPIN dibawakan oleh Ketua KEPPIN, yaitu dr. Triono Soendoro, M.Sc, M.Phil, Phd. Selanjutnya Sambutan Dekan FKM Unand, Defriman Djafri, S.KM., M.KM., Ph.D sekaligus membuka kegiatan Pelatihan.

Pelatihan EDL  tersebut diikuti total 28 orang peserta, 20 orang dari FKM Unand dan 4 orang dari Universitas Kusuma Husada Surakarta, 2 Orang dari RSPAL dr. Ramelan, 1 Orang dari Stikes Widyagama Husada Malang dan 1 orang dari Fakultas Kedokteran universitas airlangga.

Pelatihan EDL ini diawali dengan pre test, kemudian pemaparan materi dan studi kasus dan diakhir sesi ditutup dengan post tes. Tujuan dari penyelenggaran pelatihan ini adalah untuk memenuhi standar mutu pelayanan penelitian, dimana sertifikat EDL (Etik Dasar Lanjut) adalah sesuatu yang WAJIB dimiliki oleh para Penelaah Protokol Penelitian dalam Komite Etik Penelitian (KEP).

Dekan FKM Unand, Defriman Djafri, S.KM., M.KM., Ph.D menyampaikan dalam penutupan kegiatan “ucapan terimakasih kepada KEPPIN, ilmu yang diberikan oleh narasumber sangat bermanfaat, terutama etika dalam melibatkan manusia sebagai subyek penelitian, dan  memegang teguh 3 prinsip Etik dalam melaksanakan penelitian.

Dra. Sri Siswat, APT, SH, M.Kes, ketua Komite Etik Penelitian FKM Unand juga menyampaikan “dengan terlaksananya pelatihan ini, semoga komite etik yang terbentuk bisa berjalan sesuai dengan standard dan profesional, dan mudah-mudahan tim Komite Etik Penelitian FKM Unand bisa bekerja secara maksimal.

1 4 5 6 7 8 77