Program magister Epidemiologi Universitas Andalas (Unand) menjadi program studi magister yang berhasil meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKES) pertama di Pulau Sumatera. Dalam memperoleh status ini, perlu proses yang panjang.
Program magister Epidemiologi yang dibuka dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini mulai dirintis persyaratan pendirian dari tahun 2018 dan berdiri di tahun 2019 dan memperoleh dukungan banyak pihak. Hal ini langsung disampaikan oleh Yudi Pradipta selaku Ketua Peminatan S1 Epidemiologi Unand.
“Prosesnya cukup panjang, karena prodi S2 Epidemiologi sudah mulai dirintis persyaratan pendirian dan rekomendasinya sejak tahun 2018 dan mendapat rekomendasi pendirian dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (sumbar), Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) dan International Epidemiological Association (IEA) serta mendapat izin dari senat Unand hingga tahun 2019 keluar surat izin pendirian dari kemenristekdikti dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun yang sama,” tutur Yudi pada Jumat (24/06/22).
Yudi menambahkan terhitung dari tahun 2019, sudah tiga tahun program magister Epidemiologi berdiri. Pembenahan program magister Epidemiologi sudah mulai dilakukan mulai dari segi kelengkapan sarana dan prasarana, kecukupan sumber daya manusia (dosen dan tendik) termasuk juga sistem pembelajaran (akademik).
“Sarana dan prasarana prodi S2 sudah tergolong lengkap karena menempati gedung sendiri di kampus FKM Jati yang dilengkapi dengan ruang kelas, ruang sidang, ruang konsultasi, dan ruangan kantor yang full ac dan internet. Untuk SDM, prodi S2 Epidemiologi telah mencukupi rasio dosen-mahasiswa, dan keahlian dan kepakaran dosen yang ada sangat mendukung dalam proses belajar mengajar, didukung oleh tenaga kependidikan prodi S2 epidemologi,” sambung Yudi.
Lebih lanjut, yudi menjelaskan selama dua bulan belakangan ini, prodi magister epidemiologi menerima kunjungan dari tim asesmen untuk mendapatkan penilaian akreditasi yang dipimpin oleh dua orang asesor dalam penilain akreditasi unggul ini.
“Para tim tersebut melihat kondisi nyata di FKM mulai dari bagaimana proses pembelajaran hingga sarana pendukung sesuai standar atau tidak. Sehingga tepat pada tanggal 20 Juni 2022 kami mendapatkan akreditasi unggul Epidemologi S2 yang disampaikan oleh LAM-PTKES. akreditasi unggul saat ini sama dengan penilaian akreditasi A,” ungkap Yudi.
Yeffi Masnarivan selaku Manajer Bidang Akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) juga menambahkan bahwa terdapat beberapa proses yang dihadapi saat setelah di perolehnya akreditasi unggul ini.
“Perencanaan kedepannya, setelah mendapatkan akreditasi unggul tersebut adalah dengan melakukan evaluasi dan pembenahan. selain itu, mempertahankan akreditasi unggul tersebut dimana masih terdapat titik-titik lemah yang perlu dibenahi seperti proses pembelajaran, metode pembelajaran, capaian-capaian pembelajaran,” tutur Yeffi saat diwawancarai Genta Andalas pada Kamis (23/06/22).
Yeffi berharap dengan mendapatkan akreditasi unggul tersebut, program magister Epidemiologi Unand diharapkan dapat menjaring lebih banyak peminat calon mahasiswa pascasarjana Epidemiologi yang lebih luas.
“Semoga dengan status ini lebih banyak lagi mahasiswa yang tertarik masuk Epidemiologi dikarenakan tidak banyak program magister Epidemiologi di Indonesia dengan akreditasi unggul. selain itu, program magister epidemiologi juga berpeluang menerima mahasiswa dari instansi dengan skema pembiayaan beasiswa dari pemerintah,”tutup Yeffi.
Berita Genta Andalas
Reporter: Della Silsilia Putri dan Haura Hamidah
Editor : Elvi Rahmawani