Penyakit kusta atau yang dikenal sebagai penyakit Hansen adalah sebuah infeksi bakteri yang memengaruhi sistem saraf, kulit, hidung, dan mata. Dengan adanya perawatan dini pada penderita kusta, maka bisa mencegah terjadinya kerusakan permanen. Penyakit kusta atau lepra disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan dari saluran pernapasan (droplet), yaitu ludah atau dahak, yang keluar saat batuk atau bersin.
Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu daerah endemik kusta di Provinsi Sumatra Barat. Kabupaten Pasaman Barat yang terdiri dari 12 kecamatan dengan jumlah penduduk 496.835 jiwa terhitung tahun 2024 dan memiliki 20 puskesmas. . Pada tanggal 4 maret – 24 april 2024 tercatat kejadian kusta sebanyak 4 kasus di masing masing daerah yang terdiri dari wilayah kerja puskesmas kinali, parit, silaping, air bangis.
Penyakit kusta merupakan penyakit kulit menular yang sedikit ditemukan di tengah masyarakat. Penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan pada penderitanya sehingga kebanyakan masyarakat memilih untuk menjauh dari penderita kusta dikarenakan pemikiran buruk terhadap penyakit tersebut yang sering dikenal dengan sebutan “stigma”. Stigma kusta membuat penderita kusta menjadi terpinggirkan dan tidak diterima di lingkungan sekitarnya. Kehidupan sosial mereka terhambat, bahkan tidak sedikit yang mendapat penolakan dari keluarganya dan ditinggalkan pasangan. Mereka menganggap penyakit kusta sebagai aib. Penyakit menular menyeramkan yang tidak bisa disembuhkan. Karena adanya anggapan masyarakat tentang kusta, menjadikan penderita kusta enggan memeriksakan diri, enggan berobat, enggan merawat diri. Tidak sedikit yang menjadi stres, depresi karena anggapan masyarakat tentang penyakit mereka. Peristiwa ini menunjukkan bahwa anggapan masyarakatlah yang lebih membahayakan manusia itu sendiri dibanding penyakit yang sesungguhnya.
Dalam upaya mengurangi stigma penyakit kusta di tengah masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) melalui program MBKM melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan sosialisasi kepada kader. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari satu dosen dan empat mahasiswa, dipimpin oleh Prof. Dr. Masrizal, SKM. M.Biomed beserta Anggota tim mahasiswa meliputi Hanum Salsabilla, Elvina Apsari, Nahdah Arifatil Ulfah dan Naila Fitri dari program studi S1 Kesehatan Masyarakat.
Acara ini dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Oktober 2024, Mahasiswa MBKM Universitas Andalas jurusan Kesehatan Masyarakat bersama Puskesmas Kinali mengadakan acara sosialisasi yang bertujuan untuk mengatasi stigma yang melekat pada penyakit kusta di kalangan masyarakat melalui kader kesehatan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 40 kader kesehatan dari berbagai posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kinali dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, pegawai puskesmas, beserta Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Bapak Hajran Huda S.K.M., beliau menekankan pentingnya peran kader kesehatan dalam mendukung upaya pengurangan stigma terhadap penyakit kusta. Dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen FKM Unand Bapak Prof. Dr. Masrizal, SKM. M.Biomed yang menyampaikan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini agar terjadi peningkatan pengetahuan oleh kader posyandu. Setelah sambutan, seluruh kader posyandu diberikan pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka tentang penyakit kusta. Tes ini penting untuk membandingkan tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan edukasi, sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan kegiatan.
Selama sosialisasi, para peserta diberi pemahaman mendalam tentang penyakit kusta, termasuk penyebab, gejala, dan metode pengobatan yang tersedia. Narasumber, Ibu Desi Asusanti, S.K.M., seorang ahli Kesehatan Masyarakat sekaligus pemegang program kusta di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat menjelaskan bahwa kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan jika ditangani dengan benar dan dini, “Masyarakat perlu memahami bahwa penderita kusta tidak perlu diisolasi karena apabila penderita kusta telah mendapatkan pengobatan penderita tersebut tidak dapat lagi menularkannya kepada orang lain.” tuturnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ibu Ane Dayu Perwati, S.K.M., M.P.H. yang menjelaskan mengenai stigma apa saja yang selama ini berkembang di masyarakat mengenai penyakit kusta. Pemateri melibatkan diskusi interaktif, dimana para kader berbagi pengalaman dan pandangan mereka mengenai penyakit kusta yang mereka ketahui. Banyak kader mengungkapkan bahwa banyak hal yang baru mereka ketahui melalui kegiatan sosialisasi tersebut, sehingga membuka wawasan kader mengenai penyakit kusta.

Gambar 2. Sesi Penyampaian Sosialisasi
Sebagai solusi, pemateri menyarankan agar kader menggunakan pendekatan yang lebih ramah dalam menyampaikan informasi, serta melibatkan tokoh masyarakat untuk membantu mengedukasi warga, “Kita perlu bersama-sama membangun kesadaran bahwa penderita kusta adalah bagian dari masyarakat yang berhak mendapatkan dukungan dan pengobatan.” tambahnya.
Sebagai penutup kegiatan, kader diberikan post-test untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman mereka meningkat setelah edukasi. Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan foto bersama dan pemberian kenang-kenangan oleh Mahasiswa MBKM Universitas Andalas kepada kader posyandu. Diharapkan melalui upaya ini, stigma terhadap penyakit kusta dapat berkurang dan masyarakat lebih terbuka serta mendukung penderita kusta untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Gambar 3. Sesi Pembagian Post Test
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAND gelar roadshow bertajuk “MIRACLE” (Mentoring, Mediate, Manage; Innovation; Recognition; Accesibillity; Collaboration; Lifelines Facility, Embrace). Kegiatan ini berlangsung di dua Provinsi yaitu Jambi dan Bengkulu. Rombongan diberangkatkan pada Senin (21/10). Tim promosi dan roadshow Miracle beranggotakan 18 Orang yang terdiri dari dosen, tendik dan mahasiswa. Rombongan dilepas langung oleh Dekan FKM Ibu Dr. dr. Dien Gusta Anggraini Nursal, M.K.M, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Kampus Jati (21/10).

Hari pertama Roadshow dimulai dengan mengunjungi SMAN 1 Sungai Penuh Jambi. Kegiatan di lokasi ini diwarnai dengan sosialisasi dan perkenalan program studi di lingkungan FKM Unand. Kegiatan juga diselingi dengan games, yang membuat suasana kegiatan menjadi lebih menyenangkan. Roadshow dilanjutkan dengan mengunjungi dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh. Kunjungan ke Dinas Kesehatan diinisiasi untuk promosi prodi S2 yang ada di FKM Unand.

Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung dari 21-26 Oktober 2024. Saat ini rombongan akan bertolak dari Sungai Penuh menuju Bengkulu. FKM di bawah kepemimpinan Dr. dr. Dien Gusta Anggraini Nursal, M.K.M berharap, kegiatan ini dapat menjadi jalan bagi FKM Unand agar dapat dikenal lebih luas lagi oleh publik sebagai Fakultas yang Mandiri Unggul dan Bermartabat (rilis/humasfkm).
Pada Jumat (18/10/2024), tepatnya di Gedung Aula Sekolah Pascasarjana Lantai 3 Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, dilaksanakan malam puncak Public Health Ambassador (PHA) 2024. Kegiatan tersebut berupa pengumuman yang menjadi pemenang dari seleksi para peserta PHA yang sebelumnya telah dilaksanakan. Malam puncak PHA dilaksanakan bersamaan dengan acara Public Health Day (PHD) 2024.
Kegiatan dimulai dengan rangkaian acara formal serta penampilan bakat dari mahasiswa baru dan dilanjutkan dengan acara inti. Acara inti diawali dengan lastwalk dan penyampaian kesan pesan dari pemenang PHA 2023. Setelah itu dilanjutkan dengan catwalk finalis PHA 2024 yang disusul juga dengan pengumuman pemenang. Hanif Mujahid Wahindra Witono, salah satu Uda PHA FKM 2024, melalui wawancaranya mengungkapkan rasa bahagia dan juga menyebut hal ini merupakan amanah baru yang akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“…saya pribadi campur aduk, ya. Ada senangnya dan ada juga ngerasa ini merupakan amanah baru, tanggung jawab baru. Ya insyaAllah harus dijalankan dengan ikhlas dan sebaik-baiknya,” ujar Hanif.
Kepada mahasiswa FKM UNAND yang memiliki prestasi di bidang penalaran, minat dan bakat, akan diberikan penghargaan oleh UNAND sesuai dengan persyaratan dan ketentuan terampir.






Berikut kami informasikan untuk penerimaan mahasiswa baru Program Studi Magister Epidemiologi Tahun Ajaran 2021 – 2022










