Dekan dan segenap Civitas Akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. Budi Setiawan, MS sebagai Ketua Umum AIPGI 2025-2029. Semoga sukses dalam mengemban amanah dan memajukan AIPGI. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Hardinsyah, MS, Ketua Umum AIPGI periode 2019-2024, atas dharma bakti nya dalam memajukan AIPGI selama periode kepemimpinan.

Kontak Media:
[Humas FKM Unand]
[office@ph.unand.ac.id]
[https://fkm.unand.ac.id]
Selasa (05/11/2024), Mahasiswa Kelompok 1.2 Program MBKM Membangun Desa Departemen Gizi Prodi S1 Gizi melakukan kegiatan Pelatihan Antropometri kepada Kader Kelurahan Bukit Gado-Gado, di salah satu posyandu yang ada di Kelurahan Bukit Gado-Gado, yakni Pos Melati 1. Pelatihan Antropometri untuk Kader Kelurahan Bukit Gado-Gado dilakukan dalam rangka peningkatan wawasan dan keterampilan Kader dalam melakukan pengukuran antropometri pada balita yang ada di Kawasan Kelurahan Bukit Gado-Gado.
Kegiatan ini didahului oleh kegiatan posyandu rutin di Pos Melati 1. Dimana Mahasiswa Kelompok 1.2 Program MBKM Membangun Desa Departemen Gizi Prodi S1 Gizi ikut serta dalam kegiatan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita.
Usai kegiatan posyandu, para Kader dari Pos Melati 2 dan Pos Melati 3 yang turut diundang untuk mengikuti pelatihan ini mulai berkumpul di Pos Melati 1. Dari total 15 orang Kader dari Kelurahan Bukit Gado-Gado, sebanyak 12 orang Kader ikut serta dalam kegiatan ini.
Pelatihan diawali dengan sambutan oleh Lurah Kelurahan Bukit Gado-Gado, yakni Bapak Riko Rikaldo. Sambutan diberikan sekaligus dengan dibukanya acara oleh Lurah Kelurahan Bukit Gado-Gado, kemudian dilanjutkan dengan pengisian pre-test oleh para Kader untuk menguji sejauh mana pengetahuan yang mereka miliki sebelum dilakukan edukasi dan pelatihan.
Setelah melakukan para Kader melakukan pengisian pre-test, kemudian edukasi dan pelatihan oleh Bapak Firdaus, SP., M. Si. selaku Dosen pembimbing di Departemen Gizi Prodi S1 Gizi pun dimulai. Sebelum akhirnya ditutup dengan kegiatan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan, para Kader diberikan kesempatan untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami.
Dengan diadakannya Pelatihan Antropometri Untuk Kader Kelurahan Bukit Gado-Gado ini, diharapkan adanya peningkatan dan pemantapan wawasan serta keterampilan dari para Kader yang dapat diaplikasikan di kegiatan pengukuran antropometri pada balita yang ada di lingkungan Bukit Gado-Gado sebagai bentuk pemantauan pertumbuhan balita dan juga sebagai salah satu bentuk identifikasi dini untuk mencegah terjadinya masalah gizi, salah satunya stunting (rilis/fkm).
PENERIMAAN TENAGA AHLI ALAT KELENGKAPAN DEWAN (AKD) DPR RI DI LINGKUNGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
TAHUN ANGGARAN 2024
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berdasarkan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Tenaga Ahli dan Staf Administrasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Keputusan Rapat Paripurna Tanggal 15 Oktober 2024 membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang berintegritas dan berdedikasi tinggi serta memenuhi syarat yang ditentukan untuk mengisi jabatan sebagai Tenaga Ahli Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
I. PERSYARATAN UMUM
- Warga Negara Indonesia.
- Berkelakuan baik.
- Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari narkotika.
- Berpendidikan S2 dengan Indeks Prestasi Kumulatif paling rendah 3.00.
- Berusia paling tinggi 62 (enam puluh dua) tahun.
- TOEFL paling rendah 500 (lima ratus), khusus untuk keahlian di Badan Kerja Sama Antar Parlemen TOEFL paling rendah 550 (lima ratus lima puluh).
-
Tidak merangkap jabatan pada instansi atau lembaga lain.





Setelah bertahun-tahun mengabdi di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand, Ibu Emizar seorang ASN yang penuh dedikasi, kini memasuki masa purna bakti. Perjalanan kariernya yang cemerlang tidak hanya diwarnai oleh prestasi, tetapi juga oleh pengaruh positif yang ia berikan kepada lingkungan kerjanya. Jum’at 31 Oktober 2024 adalah hari terakhir Ibu Emizar, SE menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai Kasi Administrasi Umum, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas. Senyum haru dan bahagia terukir di wajah wanita yang berusia 58 tahun tersebut dikala berpamitan dengan rekan-rekan kerja di FKM Unand. Selama 7 tahun mengabdi di FKM Unand, wanita yang disapa Emi ini selalu meninggalkan kesan baik bagi FKM. Sikap nya yang ramah dan hangat, selalu menjadi pengingat sosok Emizar selama bertugas di Fakultas ini.
Awal Mula Karir
Ibu Emi memulai karirnya di Unand sebagai staf di Pasca Sarjana Universitas Andalas (1990-2004). Karir nya pun berlanjut di Fakultas Pertanian Unand (2004-2017). Dalam posisi ini, Ibu Emi diberi amanah untuk menjadi Kaur Akademik dan Kemahasiswaan selama 5 tahun. Pada 2017, Ibu Emizar pindah ke Fakultas Kesehatan Masyarakat. Selama masa jabatannya, Ibu Emi berperan penting dalam berbagai proyek dan inisiatif di fakultas.
Momen-Momen Berharga
Banyak momen berharga yang diukir Ibu Emi selama bertugas. Ia seringkali menyapa siapapun yang ia jumpai dengan ramah dan intonasi yang hangat. Kini, Ibu Emi memasuki masa purna bakti. Meskipun pensiun dari jabatannya, semangat nya tetap membara. Untuk mengisi waktu pensiun, ia ingin lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga dan hobi. Dengan penuh harapan, Ibu Emi menganggap masa purna bakti ini sebagai kesempatan untuk menjelajahi hal-hal baru.
Warisan yang Abadi
Ibu Emi telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand. Pengabdiannya yang tulus dan pengaruh positifnya akan terus dikenang oleh rekan-rekan, dosen, dan mahasiswa. Selamat purna bakti, Ibu Emi! Semoga setiap langkah ke depan dipenuhi kebahagiaan dan kebermaknaan. (Humas/FKM Unand)

Gambar 1 Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas (Unand) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melakukan kegiatan pemberdayaan kader dengan tema “Sosialisasi Upaya Pencegahan Kusta kepada Kader Kesehatan”di Aula UPT Puskesmas Kinali, Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (29/10/2024).
Kegiatan sosialisasi ini diadakan oleh kelompok 7 Peminatan Epidemiologi dan Biostatistik MBKM FKM Unand dengan dosen pembimbing Ane Dayu Perwati, SKM, MPH. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran Masyarakat sekitar terhadap penyakit kusta yang hampir terabaikan. Hal ini serupa dengan temuan mahasiswa di lapangan yaitu rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat sekitar terkait penyakit kusta, serta minimnya informasi yang didapat masyarakat mengenai penyakit ini. Mahasiswa menemukan bahwa informasi mengenai kusta kurang tersosialisasikan di masyarakat, sehingga menimbulkan risiko penularan yang tidak disadari.
Melalui pemberdayaan kader posyandu ini diharapkan kader dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan sebagai garda terdepan yang berperan penting dalam mengedukasi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh 40 perwakilan kader per posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kinali , Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Kepala UPT Puskesmas Kinali yang di wakili oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Kinali, Dosen FKM Unand dan beberapa staff Puskesmas Kinali.
Kegiatan ini berupa sosialisasi mengenai pencegahan penyakit kusta serta menghilangkan stigma penyakit kusta di masyarakat yang diikuti oleh kader posyandu. Sosialisasi ini melibatkan beberapa mahasiswa yakni Naulia Fitratul Afwan, Salsabela Yeni Osandi, Senisa Afrilla Jasra, dan Zahira Juan Nabilla dengan dosen pembimbing Ane Dayu Perwati, SKM., MPH.
Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat yaitu Hajral Huda, SKM, diikuti oleh Kepala UPT Puskesmas Kinali yang digantikan oleh Ahmad Rizki, A.Md. Kep., selaku Kepala Tata Usaha Puskesmas Kinali, serta sambutan oleh Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) yaitu Prof. Dr. Masrizal, Dt. Mangguang, SKM., M. Biomed.
Selanjutnya, pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan kader mengenai penyakit kusta. Serta dilanjutkan dengan penyampaian materi “Pencegahan Kusta” oleh Desi Asusanti, SKM selaku pemegang program kusta di Dinas Kesehatan Pasaman Barat. Materi ini membahas tentang dasar-dasar penyakit kusta seperti, ciri- ciri, penyebab dan penularan serta pencegahan penyakit kusta.
Dalam materi tersebut, pemateri Desi Asusanti, SKM, menekankan bahwa pencegahan kusta bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Salah satu cara yang disarankan adalah menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pribadi, serta memperhatikan tanda-tanda awal kusta pada anggota keluarga atau tetangga. Pemahaman ini penting agar deteksi dini dapat dilakukan, sehingga pengobatan dapat dimulai sebelum penyakit menyebar lebih jauh.
Selain itu, juga disampaikan materi mengenai “Stigma Tehadap Kusta” yang disampaikan oleh Ane Dayu Perwati, SKM, MPH.
Kegiatan sosialiasi diakhiri dengan pengisian post-test untuk mengetahui pemahaman kader terhadap materi yang telah disampaikan oleh pemateri.

Gambar 3 Pengisian Post-test oleh Kader
Selama kegiatan sosialisasi berlangsung masyarakat sangat berperan aktif dalam mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Kader sangat antusias dalam sesi diskusi dengan pemateri mulai dari bertanya hingga menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pemateri.
“Diharapkan kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan kader terhadap penyakit kusta dan sesegera mungkin rantai penyakit kusta di Pasaman Barat dapat putus secara maksimal. Besar apresiasi dan harapan saya untuk kedepannya dilakukan kegiatan selanjutnya dari mahasiswa lainnya dalam turut membantu pencegahan penularan penyakit kusta di Kecamatan Kinali, Pasaman Barat” Ujar Kepala Dinas Pasaman Barat
EDUKASI DAUR ULANG SAMPAH ORGANIK MELALUI METODE COMPOSTING DAN ECO-ENZYME SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN PASAR AMBACANG KOTA PADANG
Sampah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup, menimbulkan dampak negatif, menurunkan higienitas dan kualitas lingkungan. Pengelolaan sampah di Indonesia masih merupakan permasalahan yang belum dapat ditangani dengan baik. Kegiatan pengurangan sampah baik di masyarakat sebagai penghasil sampah maupun di tingkat kawasan masih sekitar 5 % sehingga sampah tersebut dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sementara lahan TPA sudah semakin terbatas. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kementerian Lingkungan Hidup bahwa sampah yang ada di TPA sekitar 60 % nya adalah sampah organik, yaitu sampah yang dihasilkan dari dapur seperti sisa makanan, sisa sayuran dan buah-buahan. Tahun 2019 jumlah penduduk Kota Padang mencapai 950.871 jiwa, dengan timbulan sampah sebesar 624,24 ton/ hari. Sampah organik di TPA jika tidak diolah dengan metode yang tepat dapat menimbulkan bau tidak sedap, menyebabkan pencemaran lingkungan, memberi riisko terjadinya ledakan TPA, pembusukan sampah organik juga menghasilkan gas metana. Paradigma lama pengelolaan sampah yaitu “Kumpul-Angkut-Buang” ke TPA yang bertumpu pada pendekatan penanganan akhir harus ditinggalkan. Masyarakat harus segera beralih ke paradigma baru yaitu memandang sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu dilakukan edukasi mengenai daur ulang sampah organik sebagai bentuk pengendalian pencemaran lingkungan. Daur ulang sampah yang dapat dilakukan seperti daur ulang sampah menjadi kompos, dan menjadi eco-enzyme. Pembuatan eco-enzym hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan sampah organic sayur dan buah. Sedangkan pembuatan kompos dapat memanfaatkan sampah-sampah organik dan tanah. Pengomposan dan eco-enzym dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga terutama sampah organic yang komposisinya masih tinggi.
Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas mengadakan kegiatan pengabdian dengan tema “Edukasi Daur Ulang Sampah Organik melalui Metode Composting dan Eco-enzyme sebagai Upaya Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Kelurahan Pasar Ambacang, Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Pasar Ambacang pada hari Sabtu, 4 September 2021, yang diketuai oleh Novia Wirna Putri, SKM, MPH sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut dengan anggota tim Septia Pristi Rahmah SKM, MKM, Valda Yasmina Putri, dan Syafa Indah Tafsia. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Kelurahan Pasar Ambacang berjumlah 15 orang. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Lurah Pasar Ambacang, dan beberapa perwakilan Ketua RW dan RT. Pada kegiatan ini peserta mendapatkan materi dan praktek pembuatan kompos dan eco-enzyme sebagai bentuk pengelolaan sampah organik rumah tangga. Materi yang disampaikan yaitu bahaya sampah organik. apa itu kompos dan eco-enzyme? bagaimana cara mengolahnya? Apa saja manfaatnya. Terlebih pada saat pandemi Covid-19 seperti ini yang mana waktu banyak di habiskan hanya dirumah sehingga waktu luang ini dapat dimanfaatkan dengan dapat mengolah sampah rumah tangga menjadi hal yang bermanfaat. Peserta pelatihan diberikan buku saku dan leaflet mengenai kompos dan eco-enzyme kemudian diberikan kesempatan melakukan kegiatan praktik mengolah sampah. Masyarakat juga diberikan komposter (alat pembuat kompos) dan wadah eco-enzyme agar kegiatan ini tetap berkelanjutan sampai kompos dan eco-enzyme dapat digunakan yaitu sekitar 1 bulan untuk kompos dan 3 bulan untuk eco-enzyme. Harapannnya dari kegiatan ini masyarakat dapat memanfaatkan hasil daur ulang sampah baik untuk dijual atau sebagai pupuk untuk tanaman dan kebun yang tentunya pupuk organik lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia. Selain itu, hasil daur ulang dapat menghemat pengeluaran masyarakat dalam membeli pupuk untuk tanaman dan perkebunan.
Jadi Eco enzyme ini adalah hasil dari fermentasi limbah dapur seperti sayur, buah, gula merah, gula tebu dan air. Untuk warnanya sendiri menghasilkan warna coklat gelap dan mempunyai aroma fermentasi asam manis yang sangat kuat. Hasil dari fermentasi ini dapat menjadi multiguna, dapat digunakan dalam rumah tangga, pertanian, dan juga peternakan. Dalam rumah tangga biasanya menjadi pembersih rumah dan dalam pertanian bisa sebagai pupuk alami dan pestisida yang cukup efektif. Eco enzyme sangat membantu siklus alam dan juga memudahkan pertumbuhan tanaman, mengobati tanah dan membersihkan air yang tercemar. Selain itu juga bisa menjadi pembersih rumah tangga seperti shampoo dan pencuci piring.
Kompos adalah sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami pelapukan, bentuknya berubah (menjadi seperti tanah), tidak berbau, dan mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman. Kompos juga merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari penguraian/dekomposisi bahan organik yg dilakukan oleh mikro-organisme aktif (bakteri/jamur/mikroba). Salah satu bahan yang sangat potensial untuk diolah menjadi kompos adalah sampah organik rumah tangga. Pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos memiliki manfaat ganda, yaitu mengatasi masalah sampah rumah tangga, sekaligus mendapatkan pupuk organik yang sangat bermutu.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta sangat antusias dalam bertanya dan mempraktekkan pembuatan kompos dan eco-enzyme. Hasil praktek yang sudah dibuat dibawa pulang, dan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan.
Tim Pengabmas FKM Unand, 2021

Di umumkan kepada Mahaiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (Program Studi IKM dan Program Studi Gizi) Angkatan 2018 Universitas Andalas terkait penerimaan Mahasiswa baru program jalur cepat Sarjana – Magister, maka dengan ini bagi Mahasiswa yang akan mendaftar agar dapat mempedomani ketentuan berikut :



Diberitahukan kepda Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat dan Prodi S2 Epidemilogi mengenai p elaksanaan Remedial Exam sebagai berikut :












